Make your own free website on Tripod.com


SINTESA
Yayasan Bina Potensi Desa

Foundation for Development of Rural Potential


Home
Organisasi
Filosofi, Visi, Misi
Budaya Kerja
Prinsip Kerja

Suber Daya Staf
Administrasi Keuangan
Sarana Pendukung
Fokus Program
Jaringan Kerja

Proyek Terlaksana
Proyek Berjalan

Manajemen Staf
Struktur Organisasi
 

 
Proyek yang Sudah Dilaksanakan


  1. PROGRAM  PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI
    1.  Atas dukungan dana dari berbagai lembaga donor, lem­­baga telah berpengalaman melaksa­nakan proyek pem­bangunan jaringan perpipaan dengan sistim gravi­tasi dan pompanisasi maupun seba­gai konsultan pe­ngem­­bangan masyarakat. Program ini telah dilaksana­kan di beberapa daerah.
    Proyek di Desa Lemo Bajo merupakan pilot proyek de­ngan menggunakan pendekatan ban­tuan hibah. Ketika proyek telah memasuki pha­sing out, ternyata tidak berkelanjutan dengan baik karena minimnya parti­sipasi dan rasa memiliki dari masayarakat setempat.
    Bertolak dari pengalaman tersebut maka pada program sejenis selanjutnya, sistim hibah diganti dengan sistim dana bergulir dengan melibatkan semua anggota masya­ra­kat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, peng­­awasan sampai kepada tahap monitoring. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan rasa memiliki proyek di kalangan masyarakat sehingga dapat melahir­kan tang­gung jawab yang tinggi bagi keberlangsungan proyek.
    Implementasi proyek di Ambeau Indah, Molaeno maupun Tontonunu melibatkan staf dari dua LSM Lokal sebagai bentuk komitmen SINTESA untuk memberikan bantuan teknis dalam rangka penguatan kapasitas lembaga sesama LSM Lokal di Sulawesi Tenggara. Kedua LSM tersebut adalah Yayasan BINAR dan YASNAWAN.
    2.
     Pada Tahun 1993 – 1995, beberapa staf lembaga ter­libat dalam Proyek Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (WSSLIC) di 35 desa se Sulawesi Tenggara, baik sebagai konsultan tingkat propinsi di bidang monitoring dan evaluasi (monev) dan di bidang wanita dalam pembangunan (WID) serta di tingkat kabupaten sebagai konsultan pengembangan masyarakat maupun sebagai petugas lapangan (FO) di tingkat kecamatan ketika proyek ini diimplementasikan melalui konsorsium LSM Lokal, Kanwil Depkes, CARE Int’l Ind., INDECO dan Yayasan Bina Swa­daya Jakarta dengan dukungan dana dari Bank Dunia.
     

  2. PROGRAM PERBAIKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
    1. 
    Proyek Asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS) di Wilayah Kota Kendari, kerjasama dan dukungan dana dari Departemen Sosial RI. Dalam proyek ini, lembaga berperan sebagai Lembaga Asuransi Kesehatan Sosial (Januari – Desember 2004).
    2. 
    Proyek Pencegahan PMS/HIV/AIDS dan  Penyebar­luasan Informasi Kesehatan Reproduksi Bagi Pekerja Tempat Hiburan Malam dan Pelajar SMU/SMK di Kota Bau-Bau dengan dukungan dana dari CWS Jakarta. Kegiatan mencakup pendataan, sosialisasi, lokakarya, FGD, pelatihan, penyuluhan, seminar, pembuatan dan distribusi media KIE, talk show dan peringatan Hari AIDS (September 2003 – September 2004).
    3. 
    Proyek Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) dalam wilayah Kota Kendari, dukungan dana dari CORDAID Jerman (September 2002 – Agustus 2003).
    4.  Proyek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di 19 desa  di 2 wilayah PUSKESMAS se Kecamatan Sionta­pina Kabupaten Buton dengan dukungan dana dari CWS Makassar, Indonesia (Juni 2001 – Juni 2002).
    5.  Proyek Penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS Bagi Para Pekerja Sex Dan Pemilik -Tempat Hiburan (Café, Karaoke dan Hotel) di Kota Bau-Bau Buton de­ngan dukungan dana dari CWS Makassar, Indonesia (April 2001 – Oktober 2001).
    6.  Proyek Jaring Pengaman Sosial Bidang Kese­hatan (JPS-BK) pada 10 wilayah operasional PUSKESMAS di empat kecamatan se Kab.
    Buton dengan pendekatan Jaminan Pemelihara­an Kesehatan Masyarakat (JPKM), kerjasama dengan Dinkes Prop. Sulawesi Tenggara dan Dinkes Kab. Buton (Januari – Desember 1999).
    7. 
    Proyek Penguatan Kapasitas LSM Melalui Program Rep­roduksi Kesehatan dan HIV/AIDS Bagi Siswa SMA di Kota Kendari bekerjasama dengan PCI Ind. dan dukung­an dana dari USAID (Agustus 1998 – Mei 1999).
    8. 
    Proyek Peningkatan Pelayanan Keselamatan Ibu Mela­lui Pelatihan Dukun Bayi di 50 desa pantai pada 8 ke­camatan di Kabupaten Buton, dukungan dana dari MISEREOR Jerman (Juni 1997 – Mei 1999).
    9. 
    Proyek Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pelatihan Bidan Serta Membangun Pondok Bersalin Desa (POLINDES) di 10 desa di Kecamatan Batauga Sampolawa Kabupaten Buton dengan bantuan finansial dari British Embassy (1995 – 1996). Salah satu POLINDES binaan berhasil menjadi Juara Pertama pada Lomba POSYANDU Tingkat Propinsi Sulawesi Teng­gara dan kadernya diundang dan bertemu dengan Presiden Soeharto di Jakarta.
    10.
    Proyek Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Penguatan Institusi Dengan Melaksanakan Pela­­tihan Kader Pos Obat Desa (POD). Proyek ini dibiayai oleh Canada Fund (CF) dan diimplementasikan dalam 3 tahap:
         - 1991 – 1993 di 25 desa pantai di Kabupaten Kendari dan Muna dengan kelompok binaan masyarakat suku Bajo.
        -
    1993 – 1995 di 15 desa pantai di Kec.Batauga dan Sampolawa Kab. Buton. Pelak­sanaan program pada tahap ini menerapkan sistim Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyara­kat (JPKM).
        - 1996–1998, dengan pendekatan proyek yang sama sebelumnya, program ini direplikasikan kembali di 25 desa di Kecamatan Batauga dan Sampolawa.
    11.
    Dengan bantuan finansial dari PCI dan USAID melalui Co-financing Grant II, bekerja sama dengan Kanwil Depkes melaksanakan Program Pening­katan Ke­langsung­an Hidup Anak (child survival  = CS IV) pada 38 kecamatan di Propinsi Sulawesi Tenggara yang belum sempat dirampungkan oleh PCI CS IV (1990).
    Terdapat tiga kategori utama dalam proyek ini: (i) peningkatan manajemen dan pelaksanaan POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu), (ii) pemasaran sosial, dan  (iii) pelatihan dukun bayi.
     

  3. PROGRAM PENINGKATAN PENDAPATAN
    1.   Proyek Peningkatan Jumlah Anak Kurang Mampu Bersekolah Dengan Penambahan 2 (dua) Ruang Kelas Belajar SLTP II Kelas Jauh di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton. Kelompok sasaran khusus bagi keluarga miskin yang mempunyai anak usia sekolah 11-15 tahun.  Periode kegiatan dimulai Maret 2004 – Oktober 2005, dengan dukungan dana dari ACCESS – AusAID.
    2.   Proyek Peningkatan Pendapatan Bagi Keluarga Eksodus Maluku dan Masyarakat Lokal Melalui Penguatan Lembaga Ekonomi Desa (LED) Sebagai Credit Union di 12 desa (Kaombu, Matawia, Wabula, Nepa Mekar, Tolandona, Walando, Wajo Gu, Madongka, Kolowa, Lanto, Tarafu, Nganganaumala) pada 4 kecamatan se Kab. Buton.  Kegiatan meliputi pendataan/baseline survey, pelatihan manajemen kelompok, bimbingan teknis pengelolaan keuangan kelompok. Proyek ini didukung oleh EZE/EED (Januari 2000 – Oktober 2003).
    3.  
    Proyek Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pengungsi Maluku Melalui Kegiatan Ternak Ayam Buras di Kec. Siontapina Kab. Buton atas dukungan dana dari CWS Makassar (Mei 2001 - Mei 2002),
    4.   Proyek Peningkatan Pendapatan Wanita Pekerja Kasur di Desa Lawela dan Busoa (Kecamatan Batauga) serta di Kelurahan Todombulu (Kecamatan Sampolawa) Kab. Buton, dukungan dana dari Int’l Labour Organisation (ILO) Bangkok Seksi Perluasan Kesempatan Kerja Bagi Wanita (Oktober 1999 – September 2000).
    5.   Proyek Pemulihan Ekonomi dan Sosial bagi 150 KK Pengungsi dari Ambon Maluku di Desa Lapaleangi Kec. Lasalimu Kabupaten Buton melalui kerjasama dengan OXFAM – GB Ind. (Mei 2000 – April 2001).
    Penguatan Institusi Kredit Mikro bagi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa yang dilaksanakan sejak 1991 – 1998 di beberapa tempat seperti :
    6.   Di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Kendari yang dibiayai oleh PCI dan merupakan pilot proyek (1991 – 1992).
    7.  
    Di Desa Bokori Kecamatan Soropia Kabu­paten Kendari dengan dukungan dana dari Australian Int’l Develop­ment Assistance Bureau = AIDAB (1992 – 1994).
    8.   Di tiga desa di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton dengan dukungan dana dari New Zealand Official Development Assistance = NZ-ODA (1995 – 1996).
    9.  
    Di empat desa pantai Kecamatan Soropia dan Moramo Kabupaten Kendari yang didanai oleh Australian Agency for the Int’l Development = AusAID (1995 – 1997).
    10.  Dengan donor yang sama, program ini direplikasikan di empat desa di Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton (1997 – 1998).
     

  4. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN PERTANIAN TERPADU
    1.   Proyek Sekolah Lapang Pertanian Terpadu (Laborato­rium Usaha Tani Terpadu) di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe atas dukungan dana dari Committee Arthze fur Die Dritte Welt Jerman (Mei 2002 – April 2005).
    2.   Proyek Pendampingan Masyarakat dalam Program Pembangun­an Prasarana Kota Terpadu (P3KT) melalui pendekatan Community Base Develop­ment (CBD) TRIBINA (40% Lingkungan, 30% Ekonomi, dan 30% Sosial), dukungan dana dari The 2nd Sulawesi Urban Development Project IBRD Loan No.4105 IND. melalui Provincial Project Implementa­tion Support (PPIS). Proyek ini telah dilaksanakan dua kali :
    - Tahap I di Kelurahan Sambuli Kec. Poasia Kota Ken­dari (Desember 1999 – Nopember 2000).
    - Tahap II di Kelurahan Alolama Kecamatan Mandonga Kota Kendari (Juni – September 2001)
    3.   Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Bagi Ke­luarga Petani Untuk Mendukung Program Konservasi Lingkungan Pada Lahan Marginal (KLLM) Melalui Pengu­atan Manajemen Lembaga Ekonomi Desa (LED) di 6 desa di Kecamatan Abuki dan Palangga Kabupaten Konawe atas kerjasama dengan CARE Int’l (September 1999 – Agustus 2000).
    4.  
    Program Persiapan Sosial dan Pe­nyadartahuan sebagai komponen Proyek Pengelolaan dan Rehabilitasi Mang­rove di 20 desa pantai pada 5 kecam­atan di Kab. Muna melalui ker­jasama dengan Kanwil Dep. Kehutanan Prop. Su­lawesi Tenggara, Sub Balai Rehabili­tasi Lahan dan Konservasi Tanah (SB-RLKT) Sampara atas dukung­an dana dari Bank Pembangunan Asia (ADB) (Desember 1996 – September 1997).
    5. 
    Proyek Pengembangan Tungku Hemat Energi (THE) di Kel. Katobengke Kecamatan Betoambari Kabupaten Buton, bekerja sama dengan Yayasan Dian Desa Yogyakarta (1994 – 1995).
    6.   Proyek Peningkatan Status Gizi Masyarakat Melalui Program Pangan dan Gizi di tujuh desa pantai di Kec. Batauga dan Sampolawa Kab. Buton atas kerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta dan dengan dukungan dana dari Neder­landse Organisatie voor Internationale Ontwikkelingssa­men­werking (NOVIB) Belanda (1993 – 1996).
     

  5. PROGRAM BANTUAN KEMANUSIAAN
    1.  
      Proyek Bantuan Pangan Berorientasi Penguatan Eko­nomi Bagi Petani Korban Bencana Banjir di Desa Dawi–Dawi  Kec. Pondidaha Kab. Kendari atas bantuan dana dari Yayasan Pemulihan Keberdayaan Masyarakat (PKM) Jakarta (September 1999 – Februari 2000).
    2.   Proyek Bantuan Kemanusiaan Bagi 100 KK Eksodus Ambon di Kampung Baru dan Lapaleangi Desa Kombuaha Kec. Lasalimu Kab. Buton atas kerjasama dengan OXFAM – Great Britain (GB) Ind. Bantu­an berupa penyediaan sumur dan fasilitas WC umum, fasilitas kesehatan, alat pertukangan, dan alat tulis-menulis (30 Nopember – 30 Desember 1999).
    3.  
    Proyek Bantuan kemanusian Bagi 53 KK Eksodus Ambon (se­tiap KK mendapat uang tunai Rp75.000 ditambah 2 kg beras seharga Rp 2.000/kg selama 45 hari) di Desa Madongka Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton, atas kerja sama dengan Bina Swadaya Jakarta dan dibantu oleh YLAI, LSM Lokal di Buton (Nopember 1999).
    4.   Proyek Bantuan Pangan Berorientasi Penguatan Ekonomi Kerak­yatan Bagi Petani Korban Bencana Rawan Pangan Akibat Kemarau Panjang pada 26 desa di Kecamatan Abuki dan Pondidaha Kabupaten Kendari dengan bantuan dana dari AusAID (Mei 1998 – April 1999).
     
  6. PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS LEMBAGA
    1    Proyek Monitoring Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Propinsi Sulawesi Tenggara Fase IV (Januari – Desember 2005), dukungan dana dari Bank Dunia.
    2.   Penelitian Ekonomi beragam Berdasarkan Aset Masya­rakat. Lokasi proyek mencakup Desa Kaombu dan Desa Wabula Kecamatan Pasar Wajo, Desa Kolowa Kecamatan Gu, Desa Karya Baru Kecamatan Sorawolio, dan Desa Kaliya-Liya Kecamatan Bungi Kabupaten Buton. Kelom­pok sasaran adalah kepala keluarga miskin yang sudah mempunyai kegiatan ekonomi. Kegiatan mencakup: lokakarya model pendekatan, pemetaan ekonomi be­ragam, FGD, lokakarya desa dan kabupaten, pembentuk­an kelompok peneliti lokal, dan koordinasi dengan pi­hak Pemda tentang hasil penelitian. Kegiatan berlang­sung sejak Mei 2004 – Juni 2005 atas dukungan dana dari Australian National University (ANU) – AusAID
    3.   Proyek Monitoring Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Propinsi Sulawesi Tenggara Fase I - III, dukung­an dana dari Bank Dunia (2000 – 2004).
    4.   Proyek Monitoring Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Propinsi Sulawesi Tenggara Fase I - III, dukung­an dana dari Bank Dunia (2000 – 2004).
    5.   Proyek Penguatan Kapasitas LSM dan Institusi Lokal (PNGO dan CBO) Sulawesi Tenggara Sebagai Exit Strategy Proyek Fase I dan Penyusunan Rencana Stra­tegis Proyek 5 Tahun Fase II (Proyek Transisi), dukungan dana dari NZODA/NZAID (Juni 2002 – Januari 2003).
    6.  
    Proyek Pem. Masyarakat untuk Pengembang-an Desa (PMPD) Paket A (Pemberdayaan Masyarakat untuk Perencanaan Pembangunan Desa) di Kab. Ke-ndari, kerjasama dengan BCEOM French Consulting Group dan PT. Amurwa Pranata Consultants serta duku-ngan dana dari Bank Pemb. Asia (ADB) (Juni 2002).
    7.   Proyek Penguatan Kapasitas 16 LSM Lokal Mitra Sula­wesi Tenggara dan Peningkatan Pendapatan Kelompok Masyarakat Binaannya dengan dukungan dana dari SCDF-NZ ODA/NZAID (September 1998 – April 2002).
    8.  
     Pelatihan/Lokakarya Penguatan Kelembaga­an Bagi ORSOS Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan atas kerjasama dengan beberapa lembaga donor seperti:
    - Nop.1997, Mei 1998, April dan Nop. 1999, dan Juni 2002 dengan NZ- ODA
    - February 1998, Nopember 1999, dan Maret 2002 de­ngan Yayasan Sahabat Desa (SADESA) Jakarta, Deut­sche Stiftung fur Internationale Entwic­klung (DSE) Jerman, dan Japan Int’l Coope­ration Agency (JICA).
    9.   Studi Intensif Perencanaan & Percepatan Pembangunan Berbasis Masyarakat di 30 desa di Kec. Tinanggea Kab. Kendari dengan dukungan dana dari KAPET BUKARI (Juni – September 2001).
    10.
    Proyek Pendamping­an/Penguatan Kelembagaan Masya­rakat dalam “Rural Development Pioneer Project”  di 16 desa di Kec. Pondidaha Kab. Kendari, dukungan dana dari Nippon Koei Co. Ltd. &  Associates (Nopem­ber 2000 – Mei 2001).
    11. Pelatihan PRA Untuk Penyusunan Program Pemulihan Sumber-sumber Kehidupan yang Berkelanjutan Dalam Rangka Persiapan pilot project di Kec. Lasalimu dan Siontapina Kab. Buton masing-masing sebanyak dua desa. Kegiatan difasilitasi oleh OXFAM – GB Indonesia (25 Agustus  – 01 September 2000).
    12. Studi Intensif Penelitian dan Perencanan Partisipatif Anggota Masyarakat (SI-P3AM) di semua 44 desa se Kec. Pondidaha Kab. Kendari atas dukungan dana dari Nippon Koei Co.Ltd. & Associates melalui kerja sama dengan Departemen Kimbangwil RI. Kegi­atan ini  merupakan komponen Proyek Manaje­men Irigasi Berskala Kecil (SSIMP) Tahap III Sub-proyek Pengem­bangan Pedesan (Ju­ni – September 2000).
    13. Proyek Monitoring Program Jaring Penga­man Sosial (JPS) di Propinsi Sulawesi Tengga­ra melalui Konsorsium LSM Lokal dengan dukungan dana dari AusAID. 3 orang staf SINTESA masing-masing terlibat sebagai Konsultan Propinsi, Koordinator Kabupaten dan Anggota Tim Penulis Laporan (Mei – Agustus 2000).
    14.
    Proyek Pemagangan Staf Dalam Rangka Pendirian dan Penguatan Enam LSM Lokal di Irian Jaya sebanyak 3 Angkatan, hasil kerjasama dengan Community Outreach Initiative (CORI) Balikpapan, Kalimantan Timur dan dukungan dana dari PT. Freeport Ind. (1998).
    15. Riset Formatif Sistem Distribusi Ferrum (Fe) Bagi Wa­ita Hamil di Propinsi Maluku. Kegiatan ini dilaksanakan  atas kerjasama dengan HKI, PCI dan Mother Care Int’l (1996).
    16. Survei Kapabilitas LSM Lokal di Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan BK3S/Kanwil Depsos (1994).
    17. Penelitian Kualitatif untuk Pengembangan Program Pa­ngan dan Gizi, bekerja sama dengan PKBI Jakarta,  Hellen Keller Int’l (HKI) Ind. dan PT setempat (1993).
    18. Survei awal dan akhir setiap implementasi program.
    19. Pelatihan teknis bagi kelompok binaan sebagai kegi­atan awal setiap implementasi program lembaga.